Tercurah rasa sedih yang amat, tak layak hanya sebuah impian yang tak pernah habis selalu dan selalu kuasai kenyataan. mencoba untuk terus bangkit meraih mimpi untuk jadiakan semua itu kenyataan tapi...
pohon rindang itu mengingatkanku sebuah tragedi yang menyedihkan. hiks... hiks.... hiks...
malam ini pukul 00.16 sudah pagi juni 02 2015
kulipat lututku duduk jongkok bersandar pada dinding cat putih, lamunan halus membawaku menyaksikan ciptaan Tuhan, bagi mereka para pakar astronomi bulan purnama di nishfi sya ban ini mungkin hal biasa, tapi tidak denganku, ditemani sebatang rokok favorit nomer 234, aku termenung terhenyak, saat aku menatap langit luas begitu indah, terang bendengar terbentang luas terlihat mepesona dari atas gedung lantai 3, begitu tenang serasa tidak ada kehidupan, pikiranku pun kosong, kata hati memaksa jemari berirama diatas touch screen oppo, merangkai kata tak berarti, ini hobby ku suda lama, terkubur di hadapan anak adam, hobby ku yang entah mengapa secawan kopi hitam di warung pojok, seolah faktor penghapus layar keyboard.
baru tadi malam, layanan gratis berbayar kuota, tampilakan monitor android berita haru pilu, sedikit menyesal mengapa bisa kuakhiri hubungam kita, pikiran kerdil kekanak-kanakan dulu aku memutus hunungan cinta suci kami, aku terlalu terbawa dramatisasi, entah apa dan bagaimana semua itu bisa terjadi, padahal hari masih pagi, kemilau fatamorgana membendung akal sehat, keputusan bulat muthlak sisakan sedikit sesal di hati, dulu ia yang aku sayang, cintai, dan kasihi, bidadarinya pesantren, bungyang selalu mekar sebarkan rasa nyaman tentram bagi sang mata memandang, inilah garis tuhan dan aku hanya bisa meratapinya saat mendengar kabar bahwa ia telah di pinang orang disana. whatever, aku harus bisa ikhlas menjalani semua ini. ini jalan terbaik bagiku, ini garis ketuhanan, yang sudah tergores oleh tintaNya di laukhil mahfudz, tidak baik mencela diri sendiri, apalagi mencela kehendak tuhan. aku ikhlas dengan semua ini dan semoga ia bahagia disana, semoga ia bisa mejalani kehidulan barunya dengan baik, semoga ia menjadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah amin.
Mahad aly
pohon rindang itu mengingatkanku sebuah tragedi yang menyedihkan. hiks... hiks.... hiks...
malam ini pukul 00.16 sudah pagi juni 02 2015
kulipat lututku duduk jongkok bersandar pada dinding cat putih, lamunan halus membawaku menyaksikan ciptaan Tuhan, bagi mereka para pakar astronomi bulan purnama di nishfi sya ban ini mungkin hal biasa, tapi tidak denganku, ditemani sebatang rokok favorit nomer 234, aku termenung terhenyak, saat aku menatap langit luas begitu indah, terang bendengar terbentang luas terlihat mepesona dari atas gedung lantai 3, begitu tenang serasa tidak ada kehidupan, pikiranku pun kosong, kata hati memaksa jemari berirama diatas touch screen oppo, merangkai kata tak berarti, ini hobby ku suda lama, terkubur di hadapan anak adam, hobby ku yang entah mengapa secawan kopi hitam di warung pojok, seolah faktor penghapus layar keyboard.
baru tadi malam, layanan gratis berbayar kuota, tampilakan monitor android berita haru pilu, sedikit menyesal mengapa bisa kuakhiri hubungam kita, pikiran kerdil kekanak-kanakan dulu aku memutus hunungan cinta suci kami, aku terlalu terbawa dramatisasi, entah apa dan bagaimana semua itu bisa terjadi, padahal hari masih pagi, kemilau fatamorgana membendung akal sehat, keputusan bulat muthlak sisakan sedikit sesal di hati, dulu ia yang aku sayang, cintai, dan kasihi, bidadarinya pesantren, bungyang selalu mekar sebarkan rasa nyaman tentram bagi sang mata memandang, inilah garis tuhan dan aku hanya bisa meratapinya saat mendengar kabar bahwa ia telah di pinang orang disana. whatever, aku harus bisa ikhlas menjalani semua ini. ini jalan terbaik bagiku, ini garis ketuhanan, yang sudah tergores oleh tintaNya di laukhil mahfudz, tidak baik mencela diri sendiri, apalagi mencela kehendak tuhan. aku ikhlas dengan semua ini dan semoga ia bahagia disana, semoga ia bisa mejalani kehidulan barunya dengan baik, semoga ia menjadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah amin.
Mahad aly
kami yakin akan ada jalan menuju menara masa depan. sebuah janji suci untuk selalu taat dan patuh pada perintah.