Betapa dunia masih saja hitam dan putih, dalam gelap
terpancar sebuah bukti sebuah kesetiaan tanpa batas waktu yang selamanya kita
kenang, dalam hati dan jangan pernah mencoba tuk biarkan terbawa kejam nya
dunia, jiwa2 yang malam ini sedang berselimut kebahagiaan dalam lamunan dia tas
nahkoda menuju samudra mimpi, ketahuilah sesungguhnya tuhanmu tuhanku tuhan kita
bersama kita dan Dialah yang berikan kita kebahagiaan itu.
Sejatinya setiap manusia berbeda satu sama lain, harta,
nasib, juga kemampuan, kita yang sedang dilanda ketidak percayaan pada orang
lain seringkali buta mereka sakit juga bersalah. Aku, seperti sosok yang
diasingkan di dunia ini setiap sisi terasa jauh, terlihat jarak yang tuk
berujung, jalan membentang lurus tanpa akhir, tapi aku punya diriku yang akan
selalu menjaga ku dalam luka dan duka meski ku tahu semua itu, aku yang ter lahir
berbeda dengan mereka jika dosa sudah menyapa tidak ada kata maaf hentikan jiwa
terhina, rasa bersalah hanya ocehan hati yang kosong, sedangkan imajinasi terus
berfikir untuk bias berubah menjadi lebih baik terbangun kokoh bagai benteng
tentara romawi. Aku berlari dengan sayap2 patah coba raih bintang di langit di
tengah badai. Jika memang kehidupan ini seperti itu untuk apa aku hidup?
Tak boleh merasa diremehkan atau dikucilkan semua itu hanya
proses sosialisasi yang harus kita benahi dengan hati suci, mudah sekali
terancam jatuh ke dalam lembah benci kebencian membenci diri sendiri yang merasa
hina, membenci orang lain yang tidak bias menghargai, tapi kita harus bias
bangun sebuah tiang2 atap suci untuk kita berteduh bersama bercanda bercerita
mencurahkan hati berbagi rasa sedih senang bersama satu sama lain.
0 komentar:
Posting Komentar