Jumat, 05 Juli 2013

Filled Under:

Hitam - Putih



Betapa dunia masih saja hitam dan putih, dalam gelap terpancar sebuah bukti sebuah kesetiaan tanpa batas waktu yang selamanya kita kenang, dalam hati dan jangan pernah mencoba tuk biarkan terbawa kejam nya dunia, jiwa2 yang malam ini sedang berselimut kebahagiaan dalam lamunan dia tas nahkoda menuju samudra mimpi, ketahuilah sesungguhnya tuhanmu tuhanku tuhan kita bersama kita dan Dialah yang berikan kita kebahagiaan itu.

Sejatinya setiap manusia berbeda satu sama lain, harta, nasib, juga kemampuan, kita yang sedang dilanda ketidak percayaan pada orang lain seringkali buta mereka sakit juga bersalah. Aku, seperti sosok yang diasingkan di dunia ini setiap sisi terasa jauh, terlihat jarak yang tuk berujung, jalan membentang lurus tanpa akhir, tapi aku punya diriku yang akan selalu menjaga ku dalam luka dan duka meski ku tahu semua itu, aku yang ter lahir berbeda dengan mereka jika dosa sudah menyapa tidak ada kata maaf hentikan jiwa terhina, rasa bersalah hanya ocehan hati yang kosong, sedangkan imajinasi terus berfikir untuk bias berubah menjadi lebih baik terbangun kokoh bagai benteng tentara romawi. Aku berlari dengan sayap2 patah coba raih bintang di langit di tengah badai. Jika memang kehidupan ini seperti itu   untuk apa aku hidup?

Tak boleh merasa diremehkan atau dikucilkan semua itu hanya proses sosialisasi yang harus kita benahi dengan hati suci, mudah sekali terancam jatuh ke dalam lembah benci kebencian membenci diri sendiri yang merasa hina, membenci orang lain yang tidak bias menghargai, tapi kita harus bias bangun sebuah tiang2 atap suci untuk kita berteduh bersama bercanda bercerita mencurahkan hati berbagi rasa sedih senang bersama satu sama lain.


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Kaiwansi.