Di sini di bawah terang malam masih sejuk dengan 4 gelas kopi beraneka rasa, kita berkumpul bukan sebagai kawan atau pun lawan, ini hanya tentang hidup bagaimana kita menjalani, arus tak selamanya mengalir deras di sungai itu cuaca menjadi faktor utama, namun kebersamaan ini tak bisa terungkap dengan deretan kata, alih alih hanya tulisan tak berbuah, sama saja di kala syahdu menemani mimpi adam yang sedag merana jatuh cinta,
teramat banyak untuk dicritakan, di pojokan alun2 kota mengikuti alunan musik klasik, menambah suasana gembira ria, saat seperti ini sering membawa kita peraduan begitu dalam, sampai sampah2 berserakan di trotoar tak tercium bau busuk itu, Tuhan begitu dekat, aku jadi teringat kisah Sahabat ali karomallohu wajhah, pada akhir nya beliau meminta tombak yang menghunus tubuhnya untuk dicabut ketika sedang shalat. bukan apa, sekedar angan-angan kata mereka tentang Tuhan yang satu tapi ada di mana-mana, itu bekan berati Tuhan berada di dunia ini duduk santai sambil ngopi, tapi, dengan hati kita merasakan beta Ia dekat dengan kita.
teramat banyak untuk dicritakan, di pojokan alun2 kota mengikuti alunan musik klasik, menambah suasana gembira ria, saat seperti ini sering membawa kita peraduan begitu dalam, sampai sampah2 berserakan di trotoar tak tercium bau busuk itu, Tuhan begitu dekat, aku jadi teringat kisah Sahabat ali karomallohu wajhah, pada akhir nya beliau meminta tombak yang menghunus tubuhnya untuk dicabut ketika sedang shalat. bukan apa, sekedar angan-angan kata mereka tentang Tuhan yang satu tapi ada di mana-mana, itu bekan berati Tuhan berada di dunia ini duduk santai sambil ngopi, tapi, dengan hati kita merasakan beta Ia dekat dengan kita.
ada cerita tentang bagaimana rasa syukur bisa terucap dari bibir manis bukan untuk nilai material, tapi hasil kepuasan kerja keras bisa terobati.
Perjalan mencari kitab suci dilakukan kera sakti bersama sang guru menuju ke arah barat, entah itu dongeng atau apa. yang kutemukan di sini tentang kekuasaan Allah dan betapa luas Alam ini di manapun dan kapan pun siapa saja bisa bertfakur atas ciptaan Alam mengambil hikmah mencari ilmu Allah lewat alam, sungguh Allah telah menjelaskan dengan tegas tntang keutamaan orang2 berilmu,
يرفع اللّٰه الذين آمنوا منكم والذين أؤتوا العلم درجات
Kemudian seraya menikmati kopi di penghujung pagi, tak terasa sudah habis batas waktu, isyarat penjual dengan tingkah agak menyindir usir kami dari perapian ketuhanan, mata melirik paksa angkat kaki segera pergi. sepanjang jalan adalah kata konglusi apa hasil celoteh penuh canda tawa bisa dicerna dengan warna yang berbeda, inti tepatnya, kata adalah penyampai sejarah sang Tua yang sudah lapuk dimakan usia, merinding rasnya mengingat rasa akan ketika izroil datang, ada 4 malaikat yang mendatngi manusia ketia ia di ambang kematian.
Malaikat pertama setelah mengucap salam kemudian berkata
"sudah datang masaku untuk mengambil rizqimu di dinia ini"
selanjutnya datang yang kedua, setelah salam ia berkata
"sudah tiba saat harus kuambil minumanmu dari air dunia ini"
kemudian datang malaikat ke3, setelah salam berkata
"sudah saatnya nafasmu aku ambil"
yang terakhir ke4, setelah salam ia berkata.
"sudah datang ajalmu"
Kurang lebih seperti itu gambaran yang ada, ini hidup hanya sementara, hidup sekali, mati sekali, bumi ini pun ada sekali, begitu takdir bercerita, masa depan ada karena tuhan, hidup di alam lain punya cerita lanjutan untuk semua mahhluk, entah bagaimana manusia hanya bisa mencoba merapa dengan qoul-qoul yang ada, conotoh kecil.
ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر
Karena bagaimanapun hanya Allah yang tau tentang hal yang ghoib. sampai kata habis pun, tak punya ujung benang setelah diulur, ini semakin menunjukan kekuatan dan kekuasaan Tuhan tak terbatas.
Semakin nglantur, begini arah pembicaraan para pecandu mbako, apa saja asal ada bisa bercerita.
0 komentar:
Posting Komentar