Pagi indah terasa, aktivitas berjalan seperti biasa, hari ini pertama kali masuk kelas dua Aliyah, mood lagi nek, nda tau kenapa, pikiran kacau, tubuhku ada disini namun jiwa ini entah sedang melayang kemana?. ditambah suasana kelas yang begitu membosankan, membuat kepalaku hampir meledak, BUMM, bagai atom di hiroshima dan nagasaki, berbagai sumber suara yang tak jelas arahnya dari mana, bising dari setiap sudut kelas, dan yang paling membosankan, suara itu tidak berfman'at. Tiba-tiba Suasana sedikit mereda, salah seorang dari kami mencoba tampil mengendalikan keadaan, kini aura di kelas itu terpancing oleh seorang yang memimipin pemilihan ketua kelas, dengan gayanya yang khas ia menunjuk 4 orang diantara kami sebagai kandidat, tapi, nihil hasil pemilihanya tak seorang pun yang setuju, dia mundur, kelas semakin ricuh. tak lama kemudian muncul anak ke-2 yang lain membawakan secarik kertas putih, lalu ia menyobeknya menjadi beberapa bagian sesuai jumlah siswa, ia bagikan satu per satu. Kita footing siapa yang pantas kita jadikakn kandidt sebagai ketua kelas, baru kandidat, sedikit bertele-tele, tapi lebih efektip, belasan anak yang terpilih tapi, kita footing untuk yang ke dua kalinya dari sebelas anak, sampai babak penyisihan pemilihan habis, muncul 4 nama kandidat yang akan maju untuk dipilih.
Rusak, siapa yang terpilih oleh ada suara karena mereka telah sepakat sebelumnya dibalik kertas putih, sia-sia saja kalau begini, sungguh lebih baik untuk tidak menyaksikan hal membosankan itu, sebelum pemilihan selasai kuputuskan untuk keluar, merasa bosan dengan keadaan didalam kelas, yang mungkin bisa lebih ramai pasar. kulangkahkan kakiku menuju ruangan Al-Qolama, ruang dekorasi persis di sebelah baratkelas, kunyalakan computer….. dan,,,,, WIU… WIU…WIU… terdengar keras bunyi alaram, bertanda password yang ku masukan salah. Aku tersentak kaget, tak ditahu apa yang harus kulakukan, kucabut kabel penghubung dan akhirnya mati, belum puas kuulangi lagi, namun hasilnya sama. akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan tampat itu, setelah akhirnya ku mengulangi kesalahanku untuk yang kesekian kali. Untuk menghilangkan rasa bosan, lebih baik menuju kamar di asram, kunyalakan computer kamar milik sekertaris, bisa dibilang sudah akrab bahkan seperti saudara, sedikit lebih diuntungkan bisa mengetahui password CPU, tandanya sudah dapat SK dari yang hak. Perlahan mulai kubuka file-file penting yang terbungkus dalam satu folder khsusus, lebih tepatnya itu seperti sebuah privacy, karena isinya hanya diary. Nda penting. tanpa piker panjang kupindahkan file-file penting itu ke flashdisk. Kuarahkan kursor ke pojok kiri bawah monitor, ada lambang windows, _sedikit diuntungkan, komputer itu menggunakan OS windows 7_ pada catalog search ku ketik “Spider Solitaire” salah satu game para pengangguran, berharap bisa sedikit mengobati rasa nek, dan mangkel. Mulai pegel dengan game, tiba-tiba aku berfikir untuk kembali lagi ke Al-Qolama, untuk sekedar menghilangkan rasa bosan, Masih terdengar bunyi alarm itu saat kunyalakan computer, terpaksa kau meminta izin pada empunya, dan boleh, kumasukan password yang benar dan akhrnya mesin itu baru mau diam. Mulai kubuka file-fileku kutatap layer monitor itu masih banyak sekali nyanyian rindu kegelisahan, memaksa otak untuk menjebatani masa lalu, seperti berada di dalam lorong waktu semua itu terlihat jelas, kejadian-kejadian penting di masa lalu, seakan monitor itu berbicara sendiri.
Monday, 21 july 2010
cerita lama...aghh..tak kira baru...haaaa
BalasHapusIn memorian, bukankah dengan adanya sebuah tulisan maka akan ada cerita? bukan begitu http://www.blogger.com/profile/08393553968408280158
Hapushehe
Hapus